Menurut Ketua Komisariat GMNI Kota Bandung Ilham Wiratmaja mengatakan, saat aksi tadi mereka memang mencoba masuk ke Halaman Gedung Sate, namun dihadang puluhan anggota Dalmas. Beberapa saat kemudian terjadilah kericuhan tersebut.
"Kami tidak melihat siapa yang memulai menendang dan memukul di antara kami. Tiba-tiba aparat maju untuk mencari teman kami yang frontal," kata Ilham di depan Halaman Gedung Sate.
Mereka pun saling menenangkan teman-temannya dan melindungi teman yang akan dibawa polisi. "Tadi saat terjadi kericuhan, kaki kami memang menendang karena dalam situasi itu kaki kami tidak tahu menendang siapa," jelasnya.
Ada 2 orang yang diamankan polisi dan dibawa masuk ke dalam Halaman Gedung Sate, mereka yaitu Charles dan Feres. Sempat dibawa masuk ke dalam halaman.
"Feres yang terlihat parah saat tadi dibawa," katanya.
Ilham mengaku setelah kejadian tersebut mereka pun bernegosiasi dengan polisi untuk berdamai, saling memahami dan berunding untuk tak memperpanjang masalah.
Semantara itu Humas Kapolrestabes Bandung AKBP Endang Sriwahyu mengelak bahwa anggotanya melakukan pemukulan terhadap massa dari GMNI. "Tidak ada anggota yang memukul. Jadi saat kejadian itu, mereka yang memulai memukul polisi kemudian terjadilah ricuh. Begitu juga saat pengamankan tidak ada anggota yang memukuli," katanya.
Dua orang yang dibawa oleh polisi hanya sekedar untuk diamankan saja. Endang menambahan, kericuhan tadi memang sempat memancing emosi petugas yang mengamankan aksi. "Kita mengamankan 2 orang itu hanya untuk menenangkan saja. Tapi kami mengembalikan dia pada teman-temannya. Ternyata setelah kita amankan dan diajak ngobrol, kedaunya dalam kondisi lemas dan belum makan," tutur Endang.
Massa yang berdemonstrasi Gedung Sate pun telah membubarkan diri pukul 13.00 WIB.
(tya/ern)











































