"Waktu yang ideal untuk menyelesaikan fit and proper test adalah dua minggu dari sekarang. Itu bisa lebih atau kurang dari dua minggu, tergantung kondisi," kata Ketua Komisi A DPRD Jabar Ricky Kurniawan, Selasa (19/10/2010).
Sejak awal, kata dia, pihaknya meminta agar mereka yang mengikuti uji kelayakan hanya 10 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ricky mengatakan, pihaknya tidak memiliki tendensi atau intervensi terhadap 10 calon komisioner KID yang lolos untuk mengikuti uji kelayakan. "Kami tidak punya tendensi, politis, atau intervensi terhadap mereka. Kami akan tetap melakukan uji kelayakan," terangnya.
Dalam dua minggu ini, sambung Ricky, pihaknya akan menyertakan beberapa ahli atau pakar. Misalnya pakar kejiwaan, psikologi massa, tata negara, dan lain-lain.
Rencananya, mereka yang dilibatkan berasal dari kalangan akademisi.
"Kami sedang menyiapkan tim ahli yang akan mengujui para calon. Sementara untuk bahan fit and proper test, kita sudah ada panduannya," katanya.
Untuk anggaran, selama masa seleksi, sudah dianggarkan di APBD Provinsi Jabar sekitar Rp 1,2 miliar. Jumlah tersebut hanya untuk penguatan kelembagaan, termasuk proses seleksi.
"Nanti di 2011 mungkin anggarannya akan disiapkan untuk keperluan KID lainnya," pungkas Ricky.
(ors/ern)










































