"Sudah sekitar lima hari ini harga ayam boiler naik mencapai 28 ribu rupiah per kilogramnya. Jelas hal ini membuat para pedagang ayam gelisah. Harga jual normalnya diangka Rp 22 ribu hingga Rp 24 ribu rupiah per kilogram," kata Ketua II Persatuan Pedagang dan Warung Tradisonal (Pesat) Jabar, Agus Fadillah, saat berbincang bersama detikbandung via telepon, Minggu (17/10/2010).
Agus mengaku tak tahu alasan kenaikan harga jual ayam itu. Namun, dia menduga bisa saja karena pengaruh pakan ayam yang harganya naik. "Selain itu ayam berumur satu hari yang awalnya cuma Rp 2 ribu per ekor, kini harga dari peternak mencapai Rp 5 ribu," terang Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menuturkan, kendati masih ada pedagang yang memaksa berjualan, jumlah volume kebutuhan ayamnya berkurang. Di Pasar Gedebage, lanjut dia, biasanya per hari volumenya 3 ton ayam, kini hanya menjual 500 kuintal.
"Sudah otomatis, harga naik maka daya beli konsumen menurun. Kami berharap pemerintah untuk segera mengambil solusi dan tindakan," ujar Agus.
(bbp/ern)











































