Sesuai hasil survei GnG, konsultan Geologi, Geokimia, dan Geofisika asal Italia, potensi panas bumi di Tampomas mencapai lebih dari 50 MW elektrik dengan luasan sebesar 6 meter persegi. Dan reservoir panas bumi berada pada kedalaman 1.500 meter.
Kandungan panas bumi yang ada di Tampomas diprediksi akan menghasilkan energi listrik sekitar 40 MW. Energi sebesar ini memiliki nilai tidak kurang dari 110
juta USD.Β Sementara untuk potensi energi Cisolok, yang dapat dieksploitasi sebesar 40 MW dan cadangan 70 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
konsorsium Wijaya Karya Jabar Power kepada wartawan di kantornya di Jalan Tubagus Ismail, Jumat (15/10/10).
Saat ini proyek yang melibatkan 3 perusahaan ini tengah memasuki tahap persiapan infrastruktur dan perizinan.
"Persiapan infrastruktur dan perijinan proyek sedang dalam penyelesaian. Kita berharap semoga lancar sehingga bisa turut mewujudkan harapan pemerintah pusat
dan daerah supaya listrik dapat dibangkitkan dari Tampomas pada 2014," ungkapnya.
Pelaksana proyek ini adalah konsorsium Wijaya Karya Jabar Power yang terdiri dari 3 perusahaan, PT Wijaya Karya, PT Jasa Sarana, dan PT Resource Jaya Teknik
Management Indonesia.
Hasil eksplorasi panas bumi di Tampomas dan Cisolok rencananya akan dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Nantinya hasil energi ini akan kami jual kepada PLN seharga 6,8 sen dolar per kWh meter," ujar Avian Widyasmono, Dirut Jabar Rekind Geothermal, salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Wijaya Karya Jabar Power.
Menurut Avian, energi panas bumi Cisolok dapat membantu pemerintah mencapai target untuk memenuhi kebutuhan listrik 10.000 MW tahap 2. "Kami mengharapkan
sudah bisa Comissing on Delivery (COD) dengan PLN pada Desember 2014," katanya.
(afz/ern)










































