Namun menurut Nia Teharniawati (44), ibu korban, Abah Ubud tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas kejadian ini. Padahal awalnya, Abah Ubud sempat menunjukan itikad baik, dengan mendatanginya 5 menit setelah kejadian untuk menyelesaikan masalah.
"Awalnya Abah Udud terlihat baik karena 5 menit setelah kejadian dia langsung datang ke lokasi," terang Nia saat ditemui di RSHS, Jalan Pasteur, Kamis (14/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi seteah dibuat surat kesepakatan itu, Abah Udud tidak menepati janjinya. Waktu Di RS Cideres misalnya, butuh biaya Rp 9 juta, abah ubud hanya mengeluarkan Rp 2 juta, saya Rp 2 juta sementara sisanya enggak tahu siapa yang bayar," terangnya.
Kemudian sejak Egi dirawat di RSHS, Nia disarankan membuat Gakinda atau Jamkesda, namun ia sempat menolak karena khawatir jika Abah Udud tidak akan bertanggung jawab.
"Akhirnya kami sepakat untuk membuat kartu Gakin, sementara biaya untuk beli obat sepenuhnya ditanggung oleh Abah Udud. Tapi sampai sekarang tidak ada satupun obat yang dibeli oleh Abah Udud," jelasnya.
(avi/ern)










































