Wakasek Bidang Kesiswaan SMPN 28 Bandung, M.Kosasih mengatakan, setiap hari dari Senin hingga Jumat, semua murid mengaji dan mendoakan di masing-masing kelas agar Devie selamat dan cepat kembali ke orang tuanya.
"Selain itu, pada Selasa hingga Jumat, guru dan murid melakukan Salat Dhuha. Yang ikut salat dhuha ini ada 1.000 murid di lapangan sekolah. Ini juga mendoakan Devie yang belum pulang sampai sekarang," ungkap Kosasih saat ditemui di SMPN 28 Bandung, Jalan Solontongan, Rabu (13/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain mendoakan Devi, para murid dan guru juga mendokan yang lainnya. Seperti kalau ada guru serta murid yang sedang sakit," jelasnya sambil menambahkan rutinitas mengaji dan Salat Dhuha itu diikuti murid kelas satu hingga kelas tiga.
Ia menuturkan, kasus hilang Devie ini pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Menurutnya, hilangnya Devie terjadi diluar jam pelajaran sekolah.
"Kami hanya berusaha mendoakan Devie supaya selamat. Tentu saja cepat beraktivitas belajar di sekolah seperti biasa. Soal penanganan kasusnya, kami menyerahkan kepada pihak berwenang," tutur Kosasih.
(bbp/ern)










































