"Sampai sekarang api masih berkobar besar. Jilatan apinya terlihat ke atas, trus yang paling ngeri itu terdengar ledakan-ledakan dari bahan kimia," ujar Camat Katapang Nina Setiana yang ada di lokasi.
Menurutnya warga yang berada di sekitar pabrik sudah meninggalkan lokasi. "Ya meski dekat pemukiman warga tapi terhalang benteng. Tapi warga pada takut, mereka ninggalin rumahnya," ujar Nina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi, ratusan warga tumplek. Namun mereka tak bisa mendekat. Hanya bisa melihat dari jarak 200 meter.
(ern/avi)











































