Bentrokan bermula saat massa mencoba masuk ke dalam gedung tempat dilaksanakannya Dies Natalis ke-42 UIN Sunan Gunung Djati. Namun massa dihadang oleh sekitar 20 petugas keamanan, dan kemudian terjadi aksi saling dorong. Bahkan petugas dan mahasiswa terlihat emosi dan mencoba saling memukul satu sama lain.
Untungnya bentrokan ini tidak berlangsung lama karena masing-masing pihak mencoba menenangkan diri. Massa kemudian tetap meneruskan orasinya dan menyanyikan yel-yel sindiran untuk pihak kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ketua Senat Fakultas Adab, Hendra Guntara, dana sebesar Rp 7,6 miliar untuk pembangunan kampus tersebut harus dipertanyakan. Karena menurut Hendra, mulanya di area kampus ini akan ada pembangunan total. Namun yang terjadi hanya sebagian saja yang dibangun. Sementara gedung lain hanya direnovasi.
"Hal ini bukti ketidakonsistenan pihak birokrat," ujar disela aksi
Dampak dari pembangunan tersebut bagi akademis ekonomi mahasiswa dan lainnya sangat terasa. Di antaranya dipindahkannya gedung perkuliahan ke berbagai tempat.
Lalu kondisi pembenahan jadwal perkuliahan yang berkali-kali diubah untuk keselarahan dalam perkuliahan. "Lalu ada pengurangan jam mata kuliah yang tadinya 90 menjadi 60 menit per jam," ungkapnya.
(avi/ern)











































