Seperti dituturkan oleh Tatang Sumarna (52), penghulu KUA Cibeunying Kidul, mayoritas pasangan yang akan menikah ditanggal tersebut mengaku sengaja memilih angka tersebut jauh-jauh hari sebelumnya. Dan mayoritas dari mereka beralasan angka tersebut langka dan unik.
"Mereka menganggap angka tersebut adalah angka yang unik. Selain mudah diingat, mereka menganggap tanggal tersebut bersejarah," katanya saat ditemui di kantornya di Jalan Cikaso Selatan No 36, Jumat (7/10/10).
Dari 16 pasangan yang tercatat di KUA Cibeunying Kidul ini adalah pasangan muda dan baru pertama kali menikah.
"Selain langka, angka 10 ini dinilai angka baik. Mungkin itu sebabnya banyak yang ingin menikah di tanggal tersebut," ujarnya.
(afz/afz)











































