"Tinggal 4 KK atau 10 jiwa yang masih ngungsi," kata Jaja, ketua RW 20 Kampung Cieunteung, saat dihubungi detikbandung, Minggu (3/10/2010).
Dijelaskan Jaja, mereka memilih bertahan karena khawatir kembali terjadi banjir susulan. Selain itu, saat ini rumah mereka belum surut dari banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak 8 September atau 2 hari menjelang Lebaran, kawasan Cieunteung dilanda banjir hingga ketinggian di atas 1,5 meter. Sekitar 32 KK atau 105 jiwa pun sempat tinggal, bahkan ada yang berlebaran di pengungsian.
Setelah surut, beberapa warga memilih kembali ke pengungsian. Sementara, banjir terjadi fluktuatif dan tidak bisa diperkirakan.
"Warga banyak yang khawatir kembali terjadi banjir," pungkas Jaja.
(ors/tya)










































