Hal itu diungkapkan Ade Supriyadi, pemilik Sanggar Kreasi Cipta Kota Cirebon, pembuat topeng lukis Cirebon.
"Jumlah perajin topeng di Wilayah Cirebon, kurang dari 25 perajin. Jumlahnya memang sedikit, karena kurang menjanjikan kalau untuk materi," ujar Ade saat ditemui di sela-sela acara Workshop Lukis Topeng Cirebon, di Campus Center ITB, Jalan Ganeca, Selasa (28/9/2010).
Ade menyebutkan, harga 1 buah topeng lukis Cirebon berkisar antara Rp 90 ribu sampai Rp 150 ribu. "Memang mahal, tapi bahan bakunya juga lumayan. Belum lagi kalau sepi pembeli, biasanya perajin jadi banting harga sehingga pasarannya turun. Kalau jatuhnya di tengkulak, ya yang menentukan harga mereka. Mereka bisa tahan harga," katanya.
Untuk meningkatkan nilai ekonomi, perajin pun harus berkreasi dengan membuat beragam kerajinan lainnya "Saya misalnya, membuat topeng yang kecil-kecil untuk gantungan kunci dan lainnya. Ternyata cukup ramai, dan banyak yang ikut," tutur Ade.
Menurut Ade, sepinya penjualan topeng lukis seringkali disebabkan karena pembeli tak tertarik memiliki topeng. "Mereka kan tidak pakai topengnya, belum lagi harganya cukup mahal," katanya.
Untuk menarik minat masyarakat, Ade pun kerap menjadi pembicara di sejumlah workshop.
"Minatnya lumayan, saya pernah menjadi pembicara di workshop pembuatan topeng, dari 25 peserta workshop, 3 di antaranya tertarik membuat topeng lukis. Meskipun bentuknya bukan topeng lukis Cirebon, yang penting tertarik saja dulu," tutur Ade yang sudah menggeluti bidang pembuatan topeng sejak tahun 1995.
(tya/ern)











































