Bagi Esther, sosok Alex merupakan teman sekaligus guru dalam dunia akrobatik. "Beliau merupakan teman terbang sekaligus guru aerobatik," kata Esther saat ditemui di rumah duka, Jalan Sumber Sari No.10, Komplek Sumber Sari, Kota Bandung, Senin (27/9/2010).
Ia mengaku sudah mengenal Alex sejak tahun 1984. Di matanya, Alex sangat mendukung dirinya, terutama di Aeroclub PT Dirgantara Indonesia (DI). Kenangan terakhirnya ialah saat melakukan aksi akrobatik bersama dengan pesawat berbeda hingga berujung kecelakaan maut itu.
"Saya sangat kehilangan besar sosok almarhum. Selama ini, dia sangat memberikan support (semangat - red) buat saya, khususnya dalam kegiatan aerobatik," ungkap Esther dengan raut muka sedih.
Alexander Supeli (54), pilot yang jatuh saat menerbangkan pesawat Super Decathlon PK-NZP di Bandara Husein Sastranegara meninggal dunia di RSHS sekitar pukul 05.31 WIB. Alex meninggal pasca mengalami kecelakaan pesawat dalam acara Bandung Air Show (BAS) 2010, Jumat (24/9/2010).
Dalam insiden tersebut, Alex mengalami luka bakar 60 persen, patah tulang kaki, serta trauma di beberapa bagian tubuhnya seperti dada, perut, dan lain-lain. Sebelum meninggal, Alex sempat mendapat perawatan intensif di RSHS.
(orb/ern)











































