"Alex mengalami luka terbakar yang terbuka. Itu membuatnya mudah terinfeksi. Untuk itu kita batasi kunjungan ke ruangan Alex," ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Bandung Rudi Kadarsyah saat dihubungi detikbandung melalui telepon selularnya, Sabtu (25/9/2010).
Menurut rudi, hanya dokter dan perawat saja yang boleh melakukan kontak dengan Alex. Itupun dengan menggunakan peralatan khusus seperti masker dan sarung tangan.
Sementara saat disinggung adanya insiden penolakan keluarga atas kunjungan Wali Kota Bandung Dada Rosada pada sore ini, Rudi mengatakan itu terjadi karena salah pahaman semata.
"Kalau kejadian kunjungan Pak Wali itu terjadi karena miss comunication saja. Ada kecemasan dari pihak keluarga. Apalagi mungkin rombongan Pak Wali kan banyak," katanya.
Kondisi Alex sendiri, dijelaskan Rudi hingga saat ini masih dalam kodisi kritis. Alex yang mengalami multi fungsi itu masih tak sadarkan diri karena selain kondisi yang parah juga karena pengaruh obat yang diberikan.
"Pasie mengalami multi trauma. Seperti di bagian kepala ada trauma, daerah dada, tungkai kaki kanan terbuka, kulit mengelupas karena luka bakar hingga 60 persen," jelasnya.
Akibatnya, fungsi tubuh pun mengalami gangguan dan memperparah keadaannya yang memang sudah berat. Tubuh Alex yang mengalami luka bakar itu pun kini mulai bengkak-bengkak.
"Saluran pernapasan seperti paru-paru jadi terganggu. Peredaran darah juga," tambah Rudi.
(tya/avi)











































