250 Anak di Bandung Derita Talasemia

250 Anak di Bandung Derita Talasemia

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2010 15:21 WIB
250 Anak di Bandung Derita Talasemia
Bandung - Sedikitnya 500 orang di Kota Bandung menderita penyakit Talasemia. Dari jumlah tersebut lebih dari 50 persen di antaranya atau 250 orang merupakan anak-anak berusia di bawah 10 tahun ke bawah. Penyakit ini mengharuskan penderitanya melakukan transfursi darah secara berkala dan terus-menerus selama hidupnya.

Tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan jika seseorang terkena penyakit yang berasal dari gen bawaan ini. Sebab, untuk sekali transfusi darah saja bisa menghabiskan minimal Rp 1 juta.

"Di Bandung, penderita Talasemia yang tercatat di Yayasan Talasemia ada sekiar 500 orang. Lebih dari setengahnya adalah anak berusia sekitar 3 bulan hingga 10 tahun," ujar Ketua Ketua Yayasan Talasemia Indonesia cabang Bandung Rohimat usai acara Peringatan HUT ke-65 PMI, di Kantor PMI Kota Bandung Jalan Aceh, Kamis (23/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rohimat menjelaskan, Talasemia adalah penyakit yang diakibatkan adanya gangguan pembentukan gangguan pada pembentukan sel darah merah normal. Untuk bisa bertahan hidup, penderita talasemia memerlukan tranfusi darah secara teratur untuk menjaga agar kadar hemoglobin (Hb) di dalam tubuhnya mencapai 12.

"Karena itu, penderita Talasemia harus melakukan transfusi darah. Ada yang 1 bulan sekali, kalau yang berat bisa sampai 1 bulan 2 kali," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penderita Talasemia rata-rata tak bisa bertahan di kisaran usia 25 tahun. Faktornya karena kondisi fisik yang sudah semakin melemah, ditambah tidak adanya dana yang mencukupi.

"Kebanyakan, penderita Talasemia di Bandung adalah orang yang kurang mampu. Mereka berat untuk terus menerus membiayai transfusi darah seperti itu. Jika Hb-nya terus turun ya lama-lama pasti meninggal," tutur Rohimat.

Ciri-ciri orang yang terkena Talasemia, menurut Rohimat mirip dengan penyakit Anemia. "Penderitanya lemas, lesu tak bergairah kalau tidak ditransfusi," jelasnya.

(tya/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini