Tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan jika seseorang terkena penyakit yang berasal dari gen bawaan ini. Sebab, untuk sekali transfusi darah saja bisa menghabiskan minimal Rp 1 juta.
"Di Bandung, penderita Talasemia yang tercatat di Yayasan Talasemia ada sekiar 500 orang. Lebih dari setengahnya adalah anak berusia sekitar 3 bulan hingga 10 tahun," ujar Ketua Ketua Yayasan Talasemia Indonesia cabang Bandung Rohimat usai acara Peringatan HUT ke-65 PMI, di Kantor PMI Kota Bandung Jalan Aceh, Kamis (23/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu, penderita Talasemia harus melakukan transfusi darah. Ada yang 1 bulan sekali, kalau yang berat bisa sampai 1 bulan 2 kali," jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, penderita Talasemia rata-rata tak bisa bertahan di kisaran usia 25 tahun. Faktornya karena kondisi fisik yang sudah semakin melemah, ditambah tidak adanya dana yang mencukupi.
"Kebanyakan, penderita Talasemia di Bandung adalah orang yang kurang mampu. Mereka berat untuk terus menerus membiayai transfusi darah seperti itu. Jika Hb-nya terus turun ya lama-lama pasti meninggal," tutur Rohimat.
Ciri-ciri orang yang terkena Talasemia, menurut Rohimat mirip dengan penyakit Anemia. "Penderitanya lemas, lesu tak bergairah kalau tidak ditransfusi," jelasnya.
(tya/ern)










































