Pemudik yang Pakai Bus di Jabar Menurun

Pemudik yang Pakai Bus di Jabar Menurun

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2010 13:21 WIB
Pemudik yang Pakai Bus di Jabar Menurun
Bandung - Jumlah pemudik yang berangkat dan datang via 10 Terminal Utama Jawa Barat mengalami penurunan dibandingkan tahun 2009 lalu. Penurunan tersebut terjadi karena masyarakat memiliki pilihan angkutan untuk mudik.

Tercatat sejak H-7 hingga H+7 jumlah penumpang yang berangkat dari 10 Terminal Jabar ada sebanyak 930.067 orang atau turun sebesar 27 persen dari tahun 2009, sebanyak 1.273.668 orang.

Sementara jumlah penumpang yang datang sebanyak 987.937 orang atau turun 12 persen dari tahun 2009 yang jumlahnya 1.123.902 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Daya angkut bus tidak mengalami lonjakan signifikan karena pemudik punya banyak pilihan kendaraan umum dan pribadi terutama dengan motor," ujar Kepala Dinas Perhubungan Dicky Syaromi usai Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional di Kantor Dishub Jabar, Jalan Sukabumi, Kamis (23/9/2010).

Dari data yang dimiliki Dishub Jabar, angka kendaraan pribadi yang melintas di wilayah Jabar memang mengalami peningkatan. Dari arus lalin Barat menuju Timur pada H-7 sampai H+7, jumlah mobil penumpang (bus, elf/semi bus dan mobil pribadi) ada sebanyak 1.819.560 unit atau naik sekitar 10,3 persen dari tahun 2009 yang banyaknya 1.660.268 unit. Jumlah sepeda motor juga meningkat 19,1 persen dari tahun 200n yang jumlahnya 2.048.710 unit menjadi 2.439.530 unit.

Begitu pula arah sebaliknya mengalami kenaikan, jumlah mobil penumpang sebanyak 1.777.968 unit naik 1,5 persen dari tahun 2009 yang jumlahnya 1.751.614 unit. Jumlah sepeda motornya pun meningkat naik 17,2 persen dari 2009 yang semula 2.050.980 menjadi 2.404.395 unit.

Dicky menuturkan, dalam arus mudik dan arus balik tahun ini koridor utara dan selatan menurutnya mengalami peningkatan kondisi.

"Di koridor utara, Tol Pejagan Kaci berkontribusi untuk mengurai kemacetan. Begitu juga dengan difungsikannya jalur lingkar Nagreg di selatan," tuturnya.

Namun Dicky pun mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar pelaksanaan mudik selanjutnya dapat lebih lagi.

"Seperti kondisi kapasitas jalan yang menyempit, atau masih banyaknya pasar tumpah, itu harus kita evaluasi," katanya.

(tya/ern)


Berita Terkait