Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Pedagang Pasar dan Warung Tradisonal (Pesat) Jabar, Usep Iskandar Wijaya, saat dihubungi detikbandung via ponsel, Rabu (22/9/2010).
"Pengurus kemarin memantau ke 34 pasar tradisional di Kota Bandung dan ternyata harga beras naik," jelas Usep.
Usep menuturkan, harga berbagai jenis yang dijual pedagang, naik kisaran Rp 200 hingga Rp 400. Beras jenis super yang semula Rp 5.100 per kilogram, saat ini menjadi Rp 5.600 per kilogram. Sementara beras jenis medium yan awalnya Rp 5.000 per kilogram, kini Rp 5.200 per kilogram.
"Walau kenaikan relatif sedikit, tetapi diprediksi akan terus naik. Sebab, cuaca tak menentu, suplai terbatas dan gagal panen, merupakan faktor penyebab kenaikan harga. Para bandar juga mengaku ketersediaan beras saat ini langka," ujarnya.
Pihaknya meminta pemerintah untuk turun tangan memantau secara langsung ke daerah-daerah yang selamai ini rutin menyuplai beras ke Bandung. "Pemerintah harus segera menanggulangi. Caranya yakni datang ke petani serta bandar untuk memastikan kondisi sebenarnya," papar Usep.
Selama ini, lanjut dia, daerah-daerah penyuplai beras untuk 34 pasar tradisional di Kota Bandung masih berasal dari Jawa Barat. Usep mengatakan pasokan beras jenis medium dan super diperoleh dari Majalengka, Sumedang, Cianjur, Subang dan Cilacap.
(bbp/ern)











































