Lokasi tepat aspal jalan berlubang itu berada Jalan Dipatiukur dekat belokan Jalan Panatayudha. Lubang itu memiliki lebar sekitar 50 sentimeter dan panjang satu meter. Sementara kedalaman lubang sekitar dua meter.
"Baru siang tadi kita kasih batang pohon sebagai penanda bagi pengendara yang lewat. Selain itu, lubangnya diberi bebatuan dan karung berisi tanah," jelas Daris (39), pemiliki kios rokok yang lokasinya dekat dengan lubang tersebut, saat ditemui detikbandung, Senin (20/9/2010).
Keberadaan lubang itu sudah terjadi saat puasa lalu. Sejak semalam hingga siang tadi, kata Daris, dua mobil menjadi korban.
"Kalau tadi malam, sebuah mobil terperosok. Satu bannya masuk ke dalam lubang. Kalau siang tadi jam 11 siang, truk pengangkut tabung elpiji juga terperosok," ungkap Daris.
Ia menuturkan, ban bagian kanan belakang truk pembawa tabung elpiji itu masuk ke lubang dan tak bisa bergerak. Beberapa warga, jelas Daris, membantu mendorong mobil itu keluar dari ranjau. "Tadi mengangkut lebih dari 20 tabung. Sebagian tabung berkapasitas 12 kilogram itu terpaksa diturunkan dari mobil," cerita Daris.
Sementara warga lainnya, Willy (60), mengatakan lubang tersebut sudah memakan korban juga dari pengendara sepeda motor. Yang ia ingat, seorang pengendara terjatuh dan menderita luka.
"Giginya patah. Yang saya tahu rontok empat gigi," ujarnya sambil menambahkan pria itu langsung di bawa ke rumah sakit terdekat.
Daris dan Willy berharap lubang di Jalan Dipatiukur ini segera diperbaiki atau ditambal. Alasannya, lalu lintas di kawasan tersebut ramai oleh kendaraan. Selain itu, bila malam hari, dianggap berbahaya karena lampu penerangan yang kurang.
(bbp/tya)










































