"Data fix soal kerusakan rumah warga itu jumlahnya 568 unit. Sementara kerugian sekitar 1,9 miliar rupiah," ungkap Sekretaris Kelurahan Jelekong, Mahdar, saat ditemui di kantornya, Sabtu (18/9/2010).
Mahdar menuturkan, jumlah total rumah yang rusak itu tersebar di 5 RW, yakni RW 2, RW 3, RW 4, RW 6 dan RW 9. Di semua RW tersebut yang terkena bencana telah dihuni 565 kepala keluarga atau 2.372 jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lannjut ia mengatakan, di RW 2 sebanyak 9 rumah mengalami rusak berat, 33 rumah rusak sedang dan 114 rumah rusak ringan. Sementara di RW 3 tercatat 4 rumah rusak berat, rusak sedang 28 rumah dan rusak ringan 170 rumah. "Di RW 3 juga dua sekolah dan satu masjid diketahui atapnya rusak," jelasnya.
Data di RW 4 tercatat rumah yang rusak berat 1 rumah, rusak sedang 10 rumah dan rusak ringan 46 rumah. Kalau di RW 6 rumah rusak berat ada 1 dan rusak ringan 16 rumah. "Sementara di RW 9, sebanyak 2 rumah rusak berat, 7 rusak sedang dan 124 rusak ringan," papar Mahdar.
Ia menambahkan, rumah yang mengalami rusak berat itu mayoritas rumah semi permanen. Rumah itu rata dengan tanah.
Mengenai kerugian, pihak kelurahan menghitungnya berdasarkan jumlah kebutuhan material bangunan untuk 568 unit rumah tersebut. Misalnya, kebutuhan genteng, pasir, batu bata, seng, paku dan semen.
"Dari hitungan itu, diprediksi kebutuhan material bangunan itu sekitar 1,9 miliar rupiah," tutup Mahdar.
(bbp/tya)











































