Ketika angin kencang berputar keras, Dadeng seorang diri tinggal di rumahnya. Panik hinggap dibenaknya saat gemuruh angin mengarah ke rumah permanen berukuran 7x9 meter itu. Dadeng yang sedang asyik duduk di ruang tamu, bergegas lari ke arah dapur untuk menghindari bahaya.
"Saya pikir puting beliung ke arah lain. Tapi angin sangat cepat menuju rumah. Karena takut bercampur panik, saya bersembunyi di dapur," ujar bapak dua anak ini kepada detikbandung di rumahnya, Sabtu (18/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puting beliung hanya meniup atap asbes yang memayungi ruang tamu. Sementara sebagian asbes jatuh berserakan menjadi pecahan kecil. Saat ini, kondisi kamar dan ruang
tamunya melompong tak tersisa.
"Asbes itu terbawa angin hingga sepuluh meter. Bahkan, menimpa atap rumah tetangga yang lokasinya persis di belakang rumah saya," tutur Dadeng yang sibuk membersihkan
puing-puing asbes dan reruntuhan tembok. Asbes yang melayang tersebut berukuran 3 meter X 9 meter.
Dadeng bersama ratusan warga lainnya yang menjadi korban puting beliung, berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan material bangunan. Pasalnya, mereka
khawatir hujan mengguyur.
(bbp/tya)











































