Hal itu diungkapkan Dede usai mengunjungi mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kamis (16/9/2010).
"Wacana mengenai pemindahan ibu kota dan pusat pemerintahan ke Jonggol sudah ada sejak tahun 80-an. Tapi kita juga punya opsi lain ke teman-teman di DPR, kenapa tidak di Karawang saja," ujar Dede.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengusulkan, kantor Presiden dan DPR di Karawang saja. Sebab di Karawang masih banyak lahan-lahan kosong," katanya. Dede menilai, bila pusat pemerintahan dibangun di Jonggol itu akan kurang representatif, karena kondisi jalannya yang berliku.
Saat ditanya, apakah usulan tersebut sudah disampaikan ke Pemerintaha Pusat, Dede mengaku hingga saat ini pemprov masih menunggu putusan DPR. "Apabila nanti dari DPR memutuskan, Pemprov Jabar Siap," tutur Dede.
Lalu apa keuntungan bagi masyarakat Jabar, jika seandainya pusat pemerintahan jadi dipindahkan ke Karawang Jabar? Dede mengatakan, kebijakan Pemprov Jabar akan lebih terakomodir.
"Sebab nanti presiden dan menteri jadi bagian warga Jabar," tutupnya.
(tya/ern)











































