Kasi Pengawasan dan Yustisi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung Taspen Effendi, mengatakan saat ini Pemkot Bandung belum memiliki peraturan untuk mengembalikan pendatang yang menganggur ke daerah asalnya. Hal itulah yang menyebabkan makin bertumpuknya pengangguran di Kota Bandung.
"Ciri Kota Bandung makin banyak pendatangnya adalah banyak pengangguran. Karena memang banyak sekali pendatang ke Bandung yang tidak punya keterampilan, sehingga tidak bisa bersaing," ujarnya saat ditemui disela-sela Operasi Yustisi di Terminal Cicaheum, Rabu (15)/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kita tanya pendatang ini dari mana, mau ke mana, sudah punya pekerjaan atau mau cari pekerjaan. Kita tidak bisa melarang mereka, asal mereka juga mau tertib administrasi," terang taspen.
Selain itu, banyaknya pintu menuju Bandung juga menjadi penyebab banyaknya pendatang setiap tahun. "Kita kan punya empat pintu. Terminal Cicaheum, Teminal Leuwipanjang, Stasiun Kiaracondong, dan Stasiun Bandung. Itu kan mempermudah pendatang, belum lagi yang datang pakai motor atau kendaraan sendiri," kata Taspen.
(avi/ern)










































