Terungkapnya aksi Lili bermula saat terpergok mencopet tas berisi ponsel, pakaian dan barang berharga milik Rukmini (43) yang sedang di dalam kereta tersebut, Selasa (14/9/2010). KRD ekonomi Cicalengka-Padalarang berangkat dari Stasiun Cicalengka pada pukul 13.30 WIB.
"Nyopetnya saat posisi korban berada di pintu gerbong kereta. Tetapi korban memergoki, lalu berontak dan berteriak," ujar Lili saat ditemui di ruang Polsuska Stasiun Kiaracondong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung, sejumlah personel Polsuska dan Brimob Polda Jabar yang berada di dalam kereta segera melindungi Lili dari amuk massa. Pria warga Kampung Cukang Lemah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, itu diturunkan di Stasiun Kiaracondong dan diamankan di ruang Polsuska pada pukul 14.00 WIB.
"Kalau nyopet mah baru sekali ini. Tadinya kerja jadi kuli angkut, tapi hasilnya masih kurang," ujar Lili yang empat kali masuk bui gara-gara semuanya kasus perkelahian.
Usai diamankan di Stasiun Kiaracondong, Lili digiring dua personel Brimob Polda Jabar masuk ke KRD Padalarang-Cicalengka. Ia diserahkan ke Polsek Cicalengka. Ratusan penumpang yang sedang menunggu kereta di Stasiun Kiracondong tampak mengerubuti Lili yang kedua tangannya diborgol.
"Tadi nyopetnya sendirian. Enggak sama teman-teman kok," ungkap Lili yang mengaku sebelum beraksi sempat menenggak sebotol arak bersama seorang sohibnya.
(bbp/tya)











































