Warga binaan yang mendekam di Rutan Kebon Waru tampak larut dalam keceriaan. Tebar senyum dan tawa menghiasi mereka sambil duduk lesehan beralas karpet di tenda khusus yang disediakan pihak rutan.
Suasana lebaran yang masih terasa dimanfaatkan keluarga serta narapidana untuk bercengkerama. Waktu pertemuan hanya dibatasi 15 menit.Β Walau durasinya singkat, obrolan santai dan menikmati santapan berbarengan seolah berlangsung panjang.
"Ya gini. Paling ngobrol dan makan bersama," ujar Ahmad Taufik (22), narapidana kasus ganja yang divonis 1,5 tahun kepada detikbandung, Sabtu (11/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas beda kalau saat tahun lalu. Sekarang mah boleh dibilang sedih lah. Enggak enak menikmati lebaran di penjara," tutur Ahmad yang sudah mendekan selama 11 bulan.
Tosim Rosidin (50) yang membesuk anaknya yakni Fahrudin (27), datang secara rombongan bersama keluarga dari Cipatik. Ia pun mengaku baru saat ini merayakan suasana lebaran dengan anaknya di rutan tersebut. Fahrudin tersandung kasus penggelapan yang divonis 19 bulan. Pria tersebut baru menjalani masa tahanan 9 bulan.
"Sekeluaraga nih datang. Ya, ingin silaturahmi sama Fahrudin. Meski waktu besuk sebentar, kami tetap bisa makan bareng-bareng. Selain itu, menasihati anak saya agar tabah dan kembali ke jalan yang benar," ujarnya sambil menyebut yang berkunjung itu ada 10 orang.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kebon Waru Tohari menjelaskan, setiap lebaran pihaknya memberikan waktu 15 menit kepada para pembesuk. Aturan tersebut harus dipatuhi, sebab masih banyak pembesuk yang antre untuk bertemu warga binaan di tempat itu.
"Rata-rata satu narapidana dan tahanan itu dikunjungi 10 hingga 15 orang. Kami tidak membatasi jumlah pembesuk," ujar Tohari.Β Β
Saat ini tercatat jumlah warga binaan yang mendekam di Rutan Kebon Waru sebanyak 1.067 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 638 narapidana dan 459 tahanan.
(bbp/ern)











































