"Sekarang yang dibutuhkan warga itu ketersediaan air bersih. Untuk sementara, kami masih mengandalkan pompa air milik warga agar bisa mendapatkan air bersih," kata Ketua RW 20 Jaja, saat ditemui di Cieunteung, Jumat (10/9/2010).
Namun, ia mengaku tidak tahu persis berapa jumlah pompa air yang bisa digunakan warga untuk keperluan air bersih. Berdasarkan perkiraannya, hanya sekitar 40 persen dari total pompa air di sana yang masih bisa digunakan.
"Ya untuk sementara paling mengandalkan pompa air yang ada dulu. Mudah-mudahan ke depan ada bantuan air bersih untuk keperluan warga," ujarnya.
Diterangkannya, kebutuhan air bersih warga diperlukan untuk mandi, masak, mencuci, dan lain-lain. Sementara untuk minum, warga disana mayoritas sudah menggunakan air minum kemasan dalam galon.
"Warga butuhnya untuk mandi, nyuci, dan lain-lain," ungkapnya.
Khusus untuk bantuan makanan, pihaknya juga sangat mengharapkan ada pihak yang ikut meringankan beban warga. Sebab, hingga saat ini belum ada bantuan yang datang ke lokasi.
Ke pengungsian di Kantor DPC PDIP sendiri sudah datang satu kali, Kamis (9/9/2010) malam. Sementara, sejak hari pertama banjir hingga hari ini, belum ada relawan yang datang ke lokasi.
"Sampai sekarang belum kelihatan ada relawan. Biasanya memang selalu ada," pungkasnya.
(ors/avi)










































