Hal itu diungkapkan Ketua RW 20, Jaja, saat ditemui di lokasi banjir, Jumat (10/9/2010).
"Ada sekitar 100 KK yang mudik. Mereka kebanyakan mudik ke Garut. Katanya ingin Lebaran di tempat yang nyaman. Kalau di sini kan seperti ini kondisinya (banjir,red)," katanya.
Mereka yang mudik, sambung Jaja, kebanyakan suami atau isterinya berasal dari Garut. Selain itu, ada juga yang berasal dari beberapa daerah lainnya.
Sebagian dari mereka adalah warga yang mengontrak di kawasan tersebut. Di kawasan langganan banjir ini terdapat sekitar 15 KK yang mengontrak. Namun, hampir semuanya merupakan pengontrak lama yang sudah bertahun-tahun tinggal di Cieunteung.
"Mereka sudah seperti warga asli sini karena ngontraknya sudah bertahun-tahun, bahkan ada yang puluhan tahun," jelasnya.
Dikatakan Jaja, para pengontrak tersebut banyak yang bertahan di Cieunteung meski bukan berasal dari daerah tersebut. "Mungkin sudah merasa jadi warga sini. Jadi memilih berbaur dengan warga sini saat Lebaran," tandasnya.
(ors/avi)










































