"Jika sampai besok (hari ii-red) tidak ada itikad baik dari pelaku untuk bermusyawarah dengan pihak keluarga, kami akan melaporkannya ke polisi," tegas Dodi (50), perwakilan keluarga korban, saat ditemui di RSHS, Selasa (7/9/2010) malam.
Menurutnya pelaku belum menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan. Meskipun, pelaku sudah tiga kali mengunjungi korban dan keluarganya. Namun, belum ada realisasi janji dari sang guru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat menyerahkan surat perjanjian itu, pelaku sempat menanyakan berapa uang yang diinginkan pihak keluarga agar permasalahan ini selesai," bebernya.
Namun, pihak keluarga menolak. Alasannya, pihak keluarga bukan menginginkan uang untuk penyelesaian masalah. Pihak keluarga, sambung Dodi, hanya menginginkan kesembuhan anaknya dan itikad baik dari pelaku.
"Keluarga menolaknya. Kami, khususnya orangtua Makmun, hanya ingin kesembuhan, bukan perjanjian agar permasalahan ini selesai," tegasnya.
Dodi menambahkan, pihak keluarga masih memberi kesempatan kepada pelaku hingga besok. "Ya itu, kalau besok sama sekali tidak ada niat baik untuk bermusyawarah, kami akan laporkan pelaku ke polisi," tandasnya.
(ors/ern)











































