Itu diungkapkan Makmun saat ditanya Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, yang mengunjunginya di ruang perawatan anak 5 kelas III RSHS, Selasa (7/9/2010) malam.
"Kalau gurunya Makmun mau minta maaf, dimaafin enggak?" tanya Ayi. Bocah itu pun mengangguk menandakan mau memaafkan perbuatan guru agamanya.
Rombongan Pemkot Bandung yang datang pun tersenyum melihat si bocah menganggukkan kepala. Beberapa pejabat yang ikut dalam rombongan di antaranya Kabag Humas Bulgan Alamin, Sekretaris Disdik Dadang Iradi, serta beberapa orang lainnya yang totalnya sekitar 5 orang.
Dalam kesempatan itu, Ayi mewakili Pemkot Bandung menyampaikan permintaan maafnya. Sebab, kejadian itu terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat pendidikan.
"Saya mewakili Wali Kota dan Pemkot Bandung meminta maaf atas kejadian ini. Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi hal demikian," katanya.
Sementara terkait kondisi Makmun, Popon (38), orangtua korban, mengatakan kondisi anaknya lumayan membaik. Keluarganya pun merespons baik itikad Pemkot Bandung yang datang menjenguk anaknya.
"Alhamdulillah ada perhatian dari pemerintah. Bahkan Wakil Wali Kota sampai datang ke sini," ungkapnya.
(ors/ern)











































