Jumlah kedatangan pemudik di Terminal Leuwi Panjang terus mengalami peningkatan. Sejak H-7 hingga H-4 rata-rata pemudik yang datang berkisar antara 8.000 hingga 16.000 penumpang. Jumlah pemudik yang datang jauh lebih banyak dibandingkan jumlah penumpang yang berangkat dari terminal tersebut.
Menurut Kepala Terminal Leuwi Panjang Erik Sudjana, untuk arus mudik Terminal Leuwi Panjang justru ramai dari kedatanagn pemudik dari berbagai daerah. Kebanyakan pemudik yang datang melalui Terminal Leuwi Panjang adalah orang-orang Bandung yang bekerja di luar kota.
Berdasarkan catatan, pada H-7 terdapat 560 bus yang datang dengan jumlah penumpang 8947, H-6 ada 624 bus dengan 18.379 penumpang, H-5 ada 629 bus dengan 16.008 penumpang dan H-4 hingga pukul 8.00 WIb tercatat 604 bus yang datang dengan 16.014 penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kedatangan bus AKAP kata Erik berasal dari Kampung Rambutan, Tanjung Priuk, Kalideres, Pulo Gadung dan Lebak Bulus. Sementara untuk AKDP, berasal dari Bekasi, Bogor, Depok, Cikarang.
Erik memperkirakan puncak arus mudik kedatangan akan terjadi pada H-2.
Sementara itu, arus pemberangkatan dari Terminal Leuwi Panjang tak seramai kedatangan. Erik menyebut untuk pemberangkatan masih banyak kursi tersisa.
Misalnya, pada H-4 bus yang berangkat ada 599 bus dengan jumlah penumpang 12.338 penumpang.
"Sementara kursi yang disediakan 28.857. Jadi masih banyak bus yang tidak mengangkut penumpang padahal ketersediaan kursi termasuk banyak," jelasnya.
Jumlah tersebut juga menurun dibandingkan keberangkatan pada H-4 di tahun lalu. Tahun lalu, bus yang diberangkatkan ada 584 bus dengan penumpang 19.014 orang, dengan total kapasitas 27.745 kursi.
(tya/ern)











































