Posko Kesehatan di Terminal Cicaheum Diserbu Sopir

Posko Kesehatan di Terminal Cicaheum Diserbu Sopir

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 06 Sep 2010 12:52 WIB
Posko Kesehatan di Terminal Cicaheum Diserbu Sopir
Bandung - Sudah 2 hari Posko Kesehatan di Terminal Cicaheum Bandung diserbu sopir dan kondektur. Mereka rata-rata mengeluh sakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pusing seta lelah.

Dikatakan Setiawan, dokter dari Biddokes Polda Jabar, sejak Minggu (5/9/2010) kemarin hingga Senin (6/9/2010) pagi ini tercatat sekitar 120 orang yang telah datang ke posko untuk mengecek kondisi kesehatannya. Dari jumlah yang datang tersebut, 80 persen di antaranya adalah sopir dan kondektur angkutan.

"Sejak kemarin hingga pagi ini, mereka yang datang 30 persen itu mengalami ISPA dan 70 persen mengalami capek, lemas dan pusing," ujar Setiawan saat ditemui di Posko Kesehatan Terminal Cicaheum, Senin (6/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiawan mengatakan, mereka yang datang mayoritas sengaja langsung datang ke posko untuk memeriksakan kondisi kesehatan. Posko kesehatan ini dibagi dalam 2 shift yaitu mulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB dan pukul 15.00 hingga pukul 23.00 WIB. Posko ini disebut setiawan juga bekerjasama dengan Dinkes Kota Bandung.

"Posko ini akan buka sampai H+7," katanya.

Dirinya menambahkan, sopir dan kondektur dianjurkan untuk beristirahat idealnya 2 jam sekali. "Kondisi untuk menyupir bisa 4 hingga 6 jam. Harus diimbangi istirahat minimal relaksasi 15 menit minimal 2 jam sekali," jelas Setiawan.

Sopir yang tidak layak menyopir antara lain yang kurang istirahat dalam 10 hingga 12 jam. "Itu sopir yang kurang istirahat, tensi diatas 150 juga tidak ideal," tambahnya.

Pantauan detikbandung di Posko Kesehatan, para pasien dicek tensi darahnya, jika terindikasi penyakit seperti kecapean, lalu akan diberikan obat vitamin sesuai anjuran dokter.

Salah seorang sopir Elf jurusan Bandung-Wado Tisna (38) dirinya terdeteksi kelelahan. Dia pun menyambut baik adanya posko kesehatan seperti ini.

"Tadi hanya diperiksa tensi darah saja, lalu diberi obat gratis. Obatnya vitamin," tuturnya.

(tya/ern)


Berita Terkait