"Tujuannya baik, cuma pertama timingnya enggak tepat. Saat masyarakat kita saat ini masih sibuk berbicara dengan kebutuhan pokok yang mahal," ujar Pantja satt dihubungi detikbandung melalui telepon, Jumat (3/9/2010).
Menurutnya jika hanya sekedar untuk menyapa atau silaturahmi masyarakat, hal itu berlebihan. "Kalau hanya sebatas untuk menyapa warga hingga menghabiskan dana hingga miliaran rupiah, saya nilai saya nilai itu kebijakan yang sangat tidak etis," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Pantja juga mempertanyakan pos anggaran yang dipakai. "Saya yakin di APBD tidak ada nomenklatur untuk anggaran kartu lebaran. Ini yang patut dipertanyakan dari mana anggarannya," tegasnya.
(ern/avi)










































