"Awalnya hujan biasa sekitar pukul 15.00 WIB. Tapi angin tiba-tiba bertiup kencang sekitar pukul 15.30 WIB selama 15 menit," ujar Joko saat dihubungi
detikbandung via ponsel, Kamis (2/9/2010).
Joko bahkan mengilustrasikan kejadiannya hampir mirip gempa karena angin yang bertiup sangat kencang membuat rumah terasa seperti bergoyang.
"Saat kejadian, di rumah saya lagi ada 5 orang. Semuanya enggak bisa kemana-mana saat kejadian karena angin di luar lebih menyeramkan," ungkapnya.
Sementar, hujan baru berhenti sekitar pukul 16.00 WIB. Begitu hujan reda, ia dan warga lainnya berhamburan keluar rumah dan melihat sejumlah kerusakan.
"Selain di sini, daerah lain juga ada yang kena angin puting beliung. Tapi jumlah rumah yang rusak enggak tahu berapa," ungkapnya.
Rumah yang ditinggali Joko pun mengalami kerusakan cukup parah. Seluruh atap rumahnya beterbangan. "Atap habis semua. Kalau hujan pasti kehujanan, panas
pasti kepanasan meski di dalam rumah," jelasnya.
Sementara, hingga saat ini, belum diketahui berapa jumlah pasti rumah yang mengalami kerusakan.
(ors/ern)











































