Aksi protes kartu lebaran terus bergulir. Sekitar 25 orang dari Forum Penyelamat Jabar melempari replika prangko ukuran 1 meter x 80 centimeter bergambar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dengan telor 2 kilogram.
Tak hanya itu, mereka pun lalu membakar replika prangko itu. Hal itu mereka lakukan saat aksi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (2/9/2010). Dalam replika prangko itu, gubernur memakai batik. Lalu ada gambar mikropon bertulis 'KPK'.
Kemudian ada tulisan di bagian atas 'Prangko RI edisi Kleptokrat narsis' serta tulisan 'spesial edition centre' dan 'Rp 1,3 M' di bawahnya. Saat massa melempari replika prangko itu, mereka sambil berteriak "Gubernur alay..!"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kertas iu berisi tulisan 'Selamat hari lebaran, mohon maaf lahir dan bathin, ane hanya bisa kasih kartu gan, ngasih janji kampanye, ntar periode kedua aja ya, makanye nanti pilih ane lagi gan. Ahmad Heryawan, gubernur alay'.
Massa juga membagikan lembaran kertas lain, yang bergambar foto Ahmad Heryawan seolah tengah berbicara, isinya : 'Nganu gan, ane kan gupernur, agan-agan kan yang milih, kalau ane bukin kartu lebawan mahal, sah-sah saja toh? kan negara yang bayar, bukan ane, betul betul betul!'
Koordinator Forum Penyelamat Jabar Rahmat menyatakan kartu lebaran gubernur yang didanai dari APBD merupakan kebijakan yang tak pro rakyat. "Semestinya
untuk berada di tengah-tengah rakyat Jabar, bukan melalui pembagian kartu lebaran, semestinya gubernur melakukannya dengan kebijakan pro rakyat," tegasnya.
(bbp/ern)











































