Sekitar 20 orang dari BEM Bandung Raya menggelar aksi di depan Gedung Sate terkait kartu lebaran gubernur dan wagub Jabar, Rabu (1/9/2010). Mereka menyindir gubernur dan wagub yang ingin eksis tapi dengan uang rakyat.
'Mau eksis pakai dana APBD, capek deh!', demikian salah satu poster yang dibawa mahasiswa. Isi poster lainnya 'Bagi-bagiin kartu lebaran pakai uang rakyat'.
Koordinator Asep Rovi mengatakan mereka menolak kartu lebaran yang menggunakan duit APBD sekitar 1,5 miiar. "Apa yang dilakukan gubernur itu pemborosan. Lebih baik uang tersebut digunakan untuk rakyat yang membutuhkannya," serunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur, kata Asep, harus segera memberikan pernyataan resmi mengenai penggunaan dana APBD untuk kartu lebaran.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov Jabar membuat 450 ribu kartu lebaran, di mana 350 ribu bergambar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan sisanya bergambar Wagub Jabar Dede Yusuf.
Ratusan ribu kartu lebaran itu akan dibagikan kepada seluruh kepala daerah, ormas, hingga RT dan RW. Menurut gubernur, harga setiap helai kartu Rp 1.000, yang artinya dana untuk pencetakan kartu lebaran total Rp 450 juta.
Sementara untuk biaya perangko dan proses pelabelan nama dan alamat di Kantor Pos Bandung, setiap kartu Rp 2.250. Jika ditotal Rp 1.012.500.000. (ern/ern)










































