Hal itu dikatakan Sadar usai pertemuan di Mapolres Bandung Jalan Cipatik, Kabupaten Bandung, Selasa (31/8/2010).
"Ada yang memesan ini. Program ini sudah tersistematis dan pelakunya adalah orang profesional di bidang IT. Sebagai orang profesional, dia sudah pasti melakukannya by order," ujar Sadar.
Sekretaris tim pemenangan Ridho-Darus Gungun Gunawan ditempat yang sama mengatakan pihaknya sangat menyayangkan adanya rekayasa dalam proses rekapitualasi penghitungan suara.
"Atas nama tim sukses no 8 dan tim sukses lainnya. Kami sangat menyayangkan kinerja KPU yang seperti ini," kata Gungun.
Ia pun menyesalkan sikap Bupati Bandung Obar Sobarna yang seolah-olah menjadi juru bicara KPU dan tim sukses pasangan no urut 7 yaitu Dadang Naser-Deden Rumaji (DNDR) di tayangan salah satu stasiun TV.
"Di berita itu, dia terkesan menjadi jubir KPU dan tim sukses no 7," tuturnya. Dalam tayanyan TV tersebut Obar memberi statement terkait kemenangan sementara pasangan DNDR.
"Seharusnya sebagai bupati, Obar memberikan statement sesuai porsinya," tambah Gungun.
Dalam berita sebelumnya, perwakilan dari 6 tim sukses pasangan calon bupati Kabupaten Bandung mendatangi Polres Bandung. Mereka rencananya melaporkan dugaan kecurangan dalam proses rekapitulasi suara Pemilukada, yang dilakukan KPU Kabupaten Bandung.
(tya/ern)











































