10 Kali Ramadan Udung Setia Bersama Kuda

10 Kali Ramadan Udung Setia Bersama Kuda

- detikNews
Selasa, 31 Agu 2010 11:03 WIB
10 Kali Ramadan Udung Setia Bersama Kuda
Bandung - Selepas salat Zuhur, Udung (60) memacu kudanya dari sebuah kampung di daerah Maribaya Lembang menuju Bandung. Tubuhnya yang sudah renta, tetap semangat memacu kudanya untuk mencari nafkah di Bandung.

Setiap bulan ramadan, selama 10 tahun Udung mencari sampingan sebagai tukang kuda di area Taman Makam Pahlawan. Ia tiba di Pahlawan sekitar pukul 14.00 WIB atau pukul 15.00 WIB.

"Sudah 10 tahun, kalau puasa menyewakan kuda di sini (Pahlawan-red), dari sore sampai magrib," tutur Udung saat berbincang dengan detikbandung.

Kegiatan sehari-hari Udung sebetulnya adalah petani di Lembang. Ia jauh-jauh datang ke Bandung untuk menambah penghasilannya. "Biasanya macul (mencangkul-red) di Lembang. Masih ada sawah dan kebun yang bisa digarap," terangnya.

Setiap hari selama ramadan, ia pulang pergi naik kuda, dari Lembang ke Bandung, dari Bandung ke Lembang. Kadang ia merasa haus, tapi tetap harus menjalani demi kebutuhan materi keluarganya.

"Ya naik kuda weh, mau bagaimana lagi. Kalau cape berhenti dulu, nanti lanjut lagi. Begitu saja setiap hari, pulang baru pas habis buka puasa," ujar Udung. Udung, 10 Tahun Mencari Uang Pakai Kuda.

Selepas salat Dzuhur, Udung (60) memacu kudanya dari sebuah kampung di daerah Maribaya Lembang menuju Bandung. Tubuhnya yang sudah renta, tetap semangat memacu kudanya untuk mencari nafkah di Bandung.

Setiap bulan Ramadan, selama 10 tahun Udung mencari sampingan sebagai tukang kuda di area Taman Makam Pahlawan. Ia tiba di Pahlawan sekitar pukul 14.00 WIB atau pukul 15.00 WIB.

"Sudah 10 tahun, kalau puasa menyewakan kuda di sini (Pahlawan-red), dari sore sampai magrib," tutur Udung saat berbincang dengan detikbandung.

Kegiatan sehari-hari Udung sebetulnya adalah petani di Lembang. Ia jauh-jauh datang ke Bandung untuk menambah penghasilannya. "Biasanya macul (mencangkul-red) di Lembang. Masih ada sawah dan kebun yang bisa digarap," terangnya.

Setiap hari selama Ramadan, ia pulang pergi naik kuda, dari Lembang ke Bandung, dari Bandung ke Lembang. Kadang ia merasa haus, tapi tetap harus menjalani demi kebutuhan materi keluarganya.

"Ya naik kuda weh, mau bagaimana lagi. Kalau cape berhenti dulu, nanti lanjut lagi. Begitu saja setiap hari, pulang baru pas habis buka puasa," ujar Udung.
(avi/tya)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads