"Sasaran saya biasanya ABG. Kalau ABG biasanya penakut," ujar Dani di Mapolsekta Astana Anyar, Senin (30/8/2010).
Selama tahun 2010, Dani mengaku telah 7 kali melakukan aksi perampasan dengan menggunakan pakaian TNI. Tapi dia tak beraksi tiap hari. Ia hanya beraksi setiap butuh uang.
Sebelum melakukan beraksi dani juga selalu meminum miras terlebih dahulu. "Kalau sudah minum biasanya saya berani untuk melakukan aksi," katanya.
Baju TNI dikatakan Dani didapat dari temannya di darah Jatayu dengan membeli seharga Rp 50 ribu. "Dulu saya mau jadi tentara, tapi ngga kesampaian," tutur Dani.
Secara fisik, memang Dani terlihat pantas menjadi anggota TNI. Dengan rambut cepak dan badan tinggi tegap.
(tya/ern)











































