Di posisi ketiga ditempati pasangan no urut 3 yaitu Deding Ishak-Siswanda Harso Sumarno yang mendapat suara sementara 18,6 persen. Pasangan Yadi Srimulyadi-Rusna Kosasih nomor urut 5 mendapat 15.50 persen suara.
Sementara itu, pasangan no urut 2 Atori Herdianajaya-Dadi Gyardani Jiwapraja medapat suara 6,55 persen. Lalu pasangan no 3 Tatang Ruswandar-Ujang Sutisna mendapat suara 3,87 persen diikuti pasangan no urut 1 Marwan Efendiri -Asep Nurjaman mendapat suara 3,63 persen. Dan yang paling bontot, pasangan no urut 6 Asep Soleh-Dayat Somantri hanya mendapat 1,52 persen suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamatan detikbandung, 3 pasangan dari 8 pasang cabup dan cawabup yang independen justru berada di posisi 3 terendah. Mereka yaitu Tatang Ruswandar-Ujang Sutisna di no urut 3, Marwan Efendiri -Asep Nurjaman no urut 1, dan Asep Soleh-Dayat Somantri no urut 6. Perolehan suara mereka rata-rata berada di bawah 4 persen.
Berbeda dengan pasangan yang diusung partai besar, untuk sementara telah telihat memimpin. Yaitu pasangan Dadang M Naser-Deden Rukman Rumaji di nomor urut 7 yang diusung Partai Golkar dan Ridho Budiman Utama-Dadang Rusdiana yang dijagokan PKS dan PBB. Kedua pasangan tersebut saling susul menyusul di posisi 1 dan 2.
Kemungkinan, 2 pasang calon tersebut akan kembali bersaing di putaran ke-2. Seperti yang diketahui, pemilu akan dilakukan 2 putaran jika tidak ada salah satu calon yang memperoleh lebih dari 30 persen suara.
(tya/ern)










































