Sekitar 25 orang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bandung Raya menggelar demo menuntut pemerintah memantau kenaikan harga sembako jelang lebaran di Gedung Sate, Senin (30/8/2010). Mereka menyerukan tiga bentuk Tuntutan Hari Raya (THR) kepada pemerintah.
Koordinator BEM Bandung Raya Asep Rovi menyatakan kenaikanย harga yang terjadi saat ini dianggap tak rasional. Beban masyarakat jelas begitu berat setelah sebelumnya pemerintah menaikan Tarif Dasar Listrik.
"Kami menyuarakan sikap terkait stabilitas harga yang berdampak kepada kualitas penyediaan bahan pokok di pasaran. Munculnya bahan pokok seperti daing oplosan, daging golongongan, pertanda lemahnya kedaulatan negeri ini," jelas Asep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, pemerintah melakukan pengawasan dan penjagaan kualitas bahan pokok di pasaran. Kedua, mengeluarkan kebijakan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Ketiga, wujudkan refomasi kedaulatan pangan," papar Asep.
Pedemo membawa berbagai poster yang di anataranya bertulis 'Harga Naik Pemerintah Tutup Mata' dan 'Segera Buat Aturan Tentang Kenaikan Harga'. Puluhan polisi tampak mengamankan lokasi aksi.
Mahasiswa juga melakukan aksi simbolis pemberian parsel pada Presiden SBY. Dalam paket parsel berukuran kecil itu antara lain terdapat beras raskin dan sayur mayur seperti wotel. Aksi tersebut dilakukan sebagai simbol keprihatinan mahasiswa pada pemerintah dengan berbagai kenaikan harga semako. Dalam bungkusan parcel tersebut terdapat poster bertuliskan Parsel untuk SBY. (bbp/tya)











































