Koordinator BEM Bandung Raya Asep Rovi menyatakan kenaikan harga yang terjadi saat ini dianggap tak rasional. Beban masyarakat jelas begitu berat setelah sebelumnya pemerintah menaikan Tarif Dasar Listrik.
"Kami menyuarakan sikap terkait stabilitas harga yang berdampak kepada kualitas penyediaan bahan pokok di pasaran. Munculnya bahan pokok seperti daing oplosan, daging golongongan, pertanda lemahnya kedaulatan negeri ini," jelas Asep.
Maka itu, kata Asep, BEM Bandung Raya menyampaikan tiga 'THR' dalam persoalan tadi. Selain itu mendesak pemerintah membuat kebijakan sesuai dengan kondisi pasar.
"Pertama, pemerintah melakukan pengawasan dan penjagaan kualitas bahan pokok di pasaran. Kedua, mengeluarkan kebijakan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Ketiga, wujudkan refomasi kedaulatan pangan," papar Asep.
Pedemo membawa berbagai poster yang di anataranya bertulis 'Harga Naik Pemerintah Tutup Mata' dan 'Segera Buat Aturan Tentang Kenaikan Harga'. Puluhan polisi tampak mengamankan lokasi aksi.
Mahasiswa juga melakukan aksi simbolis pemberian parsel pada Presiden SBY. Dalam paket parsel berukuran kecil itu antara lain terdapat beras raskin dan sayur mayur seperti wotel. Aksi tersebut dilakukan sebagai simbol keprihatinan mahasiswa pada pemerintah dengan berbagai kenaikan harga semako. Dalam bungkusan parcel tersebut terdapat poster bertuliskan Parsel untuk SBY. (bbp/tya)











































