"Kalau kondisi jalan di lokasi tersebut (Rancaekek, red) sudah bagus. Agar tidak menimbulkan kemacetan saat nanti mudik, pasar tumpah depan di Kahatex harus ditertibkan dan dipindah," jelas Heryawan dihadapan perwakilan manajemen PT Kahatex.
Menurut Heryawan, permintaan tersebut disampaikan demi kelancaran mudik lebaran tahun ini. Seperti biasa, apabila terjadi kemacetan di Nagreg maka arus kendaraan dibelokan ke Parakan Muncang lalu ke Sumedang dan ke Wado. Supaya berlangsung lancar, maka kawasan tersebut harus bebas hambatan.
Maka itu, kata Heryawan, perlu ada penanganan serius dari manajemen Kahatex dan pihak terkait lainnya. Ia pun mengusulkan agar pedagang dipindah ke lahan belakang pabrik tersebut. Sehingga kondisi itu nantinya membuat nyaman pengendara dan pejalan kaki.
"Jadi nanti tidak boleh jualan di trotoar jalan. Selain itu, para pekerja di pabrik Kahatex saat pulang diimbau melalui jalan belakang pabrik. Sementara ini baru diberlakukan jangka pendek saja, mulai H-7 hingga H+7 lebaran," jelas Heryawan.
Manager Security PT Kahatex Nono Sukardo menyambut baik permintaan gubernur. Bahkan pihaknya akan bekerjasama dengan Polres Sumedang dan petugas Satpol PP.
"Intinya kami siap melaksanakannya. Tentu saja nanti perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait," ujar Nono yang mengatakan pekerja di PT Kahatex saat ini berjumlah 33 ribu orang.
Hadir dalam acara tersebut Kapolda Jabar Irjen Pol Sutarman, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo dan unsur Muspida Jabar lainnya.
(bbp/ern)











































