"Kami masih sangat berat melepasnya. Pelaku biadab, kakak saya tidak sakit apa-apa, begitu juga dengan kakak ipar dan ponakan saya, tapi mereka dibantai seperti ini, dipaksa untuk mati," ujar adik Karnadi Unang, Kanita Unang (55) saat ditemui di Rumah Duka Priangan, Jalan Nana Rohana, Sabtu (28/8/2010).
Menurutnya seluruh keluarga besar kaget dengan kejadian ini, karena sama sekali tak mendapatkan firasat apa-apa sebelum ditinggalkan Karnadi bersama istri dan anaknya itu.
"Saya terakhir bertemu Minggu kemarin, tak ada firasat apa-apa. Kita ngobrol biasa saja, tak ada yang aneh," tutur Karnita.
Lebih lanjut Karnita menyatakan keluarga besar berharap pengadilan berbuat adil, dengan menghukum dua pelaku dengan hukuman setimpal. "Kami harap hukuman yang setimpal. Kalau putusannya tergantung pengadilan saja, bukan hak kita yang berikan hukuman," ujarnya.
Mantan karyawan Karnadi Unang, Toni Resta Wijaya (18) dan Syarif Hidayat (18) merampok rumah Karnadi pada Kamis dini hari (26/8/2010). Tak hanya itu, mereka pun menghabisi Karnadi Unang, Ham Ay Keng (54), istri Karnadi, dan anaknya Rudi Unang (27). Keduanya mengaku sakit hati karena selama bekerja di Toko Besi Karnadi sering diperlakukan tidak baik.
(ern/ern)











































