Berarti di Bulan Agustus ini, dua tim dari Indonesia berhasil menggapai puncak setinggi 5.642 mdpl tersebut. Sebelumnya, tim dari Wanadri sukses mengibarkan sang saka merah putih pada Kamis lalu (19/8/2010).
Namun berbeda dengan tim dari Wanadri, tim Mahitala Unpar menggunakan jalur utara via Treskol. Pendakian mulai mereka lakukan pada tanggal 20 Agustus lalu.
Tim berhasil menggapai puncak setelah melakukan pendakian selama empat hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalur yang kami bikin cukup curam dan memerlukan keahlian khusus di medan es. Kami kemudian menginap di Lenzrock. Perjalanan dari Lenzrock (4750mdpl) ke puncak sekitar 5 jam," tambahnya.
Dalam pendakian menuju puncak, tim Mahitala sempat diterpa jetstream alias serangan angin yang cukup kencang (kira2 50-80 km/jam) disertai butiran-buutiran es. Namun itu bukan kendala yang berarti. Tim akhirnya tiba di puncak Elbrus pada pukul 14.45 siang.
"45 menit kami dipuncak untuk berfoto dan menikmati makan siang. Suhu sekitar -18'C dipuncak. Dipuncak tidak ada pendaki lainnya, namun kami lihat dari kejauhan ada rombongan pendaki yang telah kembali dari puncak tetapi melalui jalur selatan. Setelah itu kami kembali ke camp Lenzrock dan di camp datang 5 (lima) pendaki dari Belarus," ungkap Sofyan.
Hari ini (28/8/2010) tim akan melanjutkan perjalanan ke Moskow untuk berkunjung ke KBRI Moskow. Rencananya, tim akan sampai kembali di Indonesia pada Senin,(30/8/2010). Sesampainya di Indonesia, tim akan melakukan persiapan untuk mendaki Puncak Vinson Massif di Antartika yang dijadwalkan pada Januari 2011.
(ern/ern)










































