"Kartu lebaran itu sebetulnya memiliki desain bagus. Berfungsi juga untuk kalender duduk. Jadi menurut saya bisa menghemat kalender 2011," ungkap Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf kepada wartawan di Gedung Sate, Rabu (25/8/2010).
Dede menegaskan, diharapkan dengan desain kartu yang menyajikan juga kalender 2011 bisa mengurangi biaya pembuatan kalender oleh Pemprov Jabar. "Fungsinya ialah untuk menghemat kalender tahun 2011. Ya ibaratnya sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Kalender ini bisa bermanfaat juga bagi masyarakat, kalau bentuknya kartu lebaran saja kan biasanya langsung dibuang," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam berita sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan mengirim kartu ucapan Idul Fitri dan permohonaan maaf kepada 450 ribu warga di Jawa Barat. Satu kartu lebaran itu memakai prangko jenis prisma seharga Rp 1.500, namun hingga saat ini Kantor Pos Bandung baru menerima 350 ribu kartu lebaran.
Selain untuk biaya perangko Rp 1500, ada biaya prosesing pengiriman kartu lebaran Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, yakni sebesar Rp 750. Jadi total biaya pengiriman Rp 2.250 per kartu. Total anggaran sementara, jika Gubernur mengirimkan 350 ribu kartu dengan harga 1 kartu Rp 2.250, maka biaya yang harus dikeluarkan Rp 787.500.000
(bbp/tya)











































