"Batu ini sangat berharga sekali. Dengan batu inilah Ibu Inggit membuat racikan jamu dan bedak hingga membiayai kuliah dan perjuangan Soekarno. Tanpa batu itu, Soekarno tak akan bisa besar dan juga tak bisa raih gelar insinyur," ujar Tito ditemui di kediamannya Jalan Margajaya Dalam 4 Blok D 34 Komplek Cibolerang Indah kepada detikbandung, Selasa (24/8/2010).
Batu pipisan merupakan alat perjuangan dan juga simbol cinta kasih Inggit terhadap Soekarno. Selain batu pipisan, Tito juga masih menyimpan meja belajar Bung Karno saat kuliah di THS (ITB), meja tamu, tempat tidur, risbang, dan juga lemari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecewa karena merasa dilupakan Pemprov Jabar, Tito berencana menjual surat nikah dan cerai Inggit-Soekarno. Pada 1983, Tito mengaku ada orang berkewarganegaraan Belanda menawar kedua surat itu Rp 2 miliar.
(ern/ern)











































