Warga di Jalan Sukaluyu RT 2 RW 2 Pasir Biru Cibiru Bandung, lokasi bekas pengerebekan teroris beberapa waktu lalu resah. Sebab barang bukti berupa mobil Mitsibushi Galant B 1600 KE masih terparkir di depan rumah kontrakan Fahrul, yang diciduk Densus 88, Sabtu (7/8/2010). Warga khawatir mobil yang kabarnya untuk bom mobil itu, masih menyimpan barang berbahaya.
"Kita aneh saja, kenapa kok barang bukti ini (mobil-red) tidak dibawa. Kami juga khawatir, takutnya masih ada barang berbahaya dalam mobil itu," ujar Bambang Trisno Prabowo, yang rumahnya berdekatan dengan rumah kontrakan Fahrul, Kamis (19/8/2010).
Padahal, lanjutnya, dari pemberitaan dikabarkan jika mobil telah disita. Selain was-was dengan keberadaan mobil yang diduga milik warga Prancis bernama Frederic C Jean Salvi, Bambang juga mengaku mendapat kabar jika masih ada barang-barang berbahaya di dalam rumah Fahrul yang belum disita polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengeluh barang bukti mobil yang masih terparkir, Bambang juga mengeluhkan masih terpasangnya police line di gerbang masuk. "Jadi ada stigma di warga sekitar, jika rumah-rumah yang ada di balik gerbang terkait teroris," keluh Bambang.
Bahkan Bambang mengaku anaknya bernama Silvi (13), di sekolahnya diejek sebagai anak teroris. "Padahal kami tidak ada hubungan apa-apa," katanya.
Pantauan detikbandung, rumah kontrakan Fahrul, tersangka teroris yang ditangkap Densus 88, bersama tujuh rumah lainnya berada di balik gerbang. Saat ini selain rumah kontrakan Fahrul yang dipasangi police line, gerbang masuk pun ada police line.
Sabtu, 7 Agustus 2010, Densus 88 menggerebek rumah kontrakan Fahrul dan menangkapn Fahrul bersama Hamzah. Saat itu, polisi menemukan bom rakitan yang aktif. Karena tak bisa dijinakkan oleh tim Jihandak, akhirnya bom diledakkan.
(ern/ern)











































