Berwisata Rohani di Bandung Yuk!

Berwisata Rohani di Bandung Yuk!

- detikNews
Selasa, 17 Agu 2010 15:43 WIB
Berwisata Rohani di Bandung Yuk!
Bandung - Selain menjadi salah satu daerah kiblat fashion, Bandung adalah kota yang kaya potensi wisata. Mulai dari belanja, kuliner dan dan wisata religi. Di Bandung ada beberapa tempat bernuansa religi yang bisa dipakai sebagai tempat wisata, yakni Pusat Dakwah Islam (Pusdai),Daarut Tauhid (DT), dan Masjid Agung.

Pusdai
Lahan yang luasnya 4,5 hektar ini bersebelahan dengan Radio RRI di Jalan Diponegoro ini memiliki desain dan ornamen bangunan yang unik. Bangunannya cukup luas, bisa menampung jamaah sekitar 4000 orang. Lorong-lorongnya membuat teduh dan jadi tempat bersantai yang nyaman.

Bentuk kubahnya pun unik, yakni berbentuk atap kayu simpang bersusun bertingkat. Rangka atapnya pun menggunakan struktur dari baja sehingga bangunan ini tampak kokoh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melirik ke sebelah timur bangunan, di sana terdapat Mushaf ini terdapat tulisan yang diperkaya dengan motif-motif Islami khas Sunda, seperti batik dan berbagai jenis tanaman khas Sunda. Pusdai juga sering menggelar berbagai kegiatan selama hari biasa dan pada bulan Ramadan.

Masjid Agung
Aktivitas warga di Masjid Agung sepertinya tidak pernah surut, terlebih di bulan Ramadan. Di masjid yang berdiri tahun 1810 ini, hampir tidak pernah ada waktu kosong dari mulai shubuh hingga lepas tarawih.

Bangunan ini didirikan pada masa Hindia Belanda, sehingga memiliki nilai historis yang tinggi. Selain itu, fasilitas yang ditawarkan adalah bangunan menaranya yang menjulang tinggi. Dari menara ini, pengunjung dapat melihat keindahan Kota Bandung. Dengan biaya yang cukup murah, hanya Rp 3 ribu saja, sudah bisa menikmati pemandangan kota Bandung dari ketinggian menara.

Menjelang sore, Masjid Agung semakin banyak pengunjung. Tak hanya berdiam di dalam masjid atau duduk-duduk di pelataran masjid. Banyak yang memanfaatkan wisata menara Masjid Agung.

Daarut Tauhid
Yayasan Daarut Tauhid didirikan oleh Abdullah Gymnastiar seorang ulama otodidak (belajar langsung dari K.H. Choer Affandi, pimpinan Pesantren Manonjaya-Tasikmalaya, dari seorang ulama sepuh dari Garut, serta seorang ulama sepuh dari Demak) secara resmi pada 4 September 1990.

Pemandangan di lingkungan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini sedikit berbeda dengan sejumlah ponpes pada umumnya. Keberadaan ponpes asuhan Aa Gym itu tampak seperti kawasan wisata. Di dalamnya terdapat sejumlah toko cendera mata dan rumah makan, termasuk supermarket dan warung telepon. Bahkan ada juga kafetaria, toko buku dan koperasi.

Konsep Ponpes Daarut Tauhid adalah virtual. Konsep ini diartikan sebagai tanpa batas, jadi siapa saja dapat mengakses ilmu dari pesantren tersebut.
(avi/tya)



Berita Terkait