Hal itu diungkapkan Nano Sumarno (33), yang juga korban sabetan golok gerombolan pengguna sepeda motor tersebut.
"Ini yang ketiga kali berturut-turut selama tiga kali malam minggu terakhir ada perusakan yang dilakukan gerombolan orang dengan memakai sepeda motor," katanya kepada wartawan di rumahnya, Jalan Pangaritan RT 1 RW 3 Kelurahan Cipadung Wetan Kecamatan Panyileukan, Minggu (15/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
goreng di sekitar Jalan Pangaritan. Dua minggu ke belakang, segerombol orang yang diduga sama, melakukan perusakan terhadap mobil yang disimpan di pinggir
jalan.
"Kalau tidak salah, mobilnya milik yang jualan air mineral," ungkapnya.
Kejadian terakhir, malam kemarin, Nano sendiri harus menjadi korban kebrutalan gerombolan pengendara sepeda motor tersebut. "Pas kejadian, kurang dari 1 kilometer malah ada polisi yang melakukan patroli. Tapi mereka tidak ketahuan walaupun sudah menyerang rumah warga dan menyabet kaki saya," ujarnya.
Ia berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali. Sebab, masyarakat sudah sangat resah dengan beredarnya gerombolan orang yang menggunakan sepeda motor.
Terlebih, mereka selalu membawa senjata tajam seperti golok dan samurai.
"Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti saya dan beberapa warga lainnya alami," pungkasnya.
(ors/ern)










































