Sejak Jumat (13/8/2010) kemarin, Museum Konperensi Asia Afrika (MKAA)bekerjasama dengan Jawaharlal Nehru Indian Cultural Center, menggelar pameran forto 'Islamic Monuments of India' karya Benoy K Behl dan Abhinav Atris.
"Saya tidak tahu pasti berapanya, sekitar 50 foto kalau tidak salah," ujar Kepala Museum KAA, Isman Pasha di Museum KAA, Jalan Asia Afrika, Jumat (13/8/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keseragaman kultur dan budaya Indonesia dengan India menjadi dasar Indonesia khusunya Bandung, menggelar pameran foto ini untuk yang pertama kalinya.
"Kultur kita banyak yang sama, dari mulai agamanya, hindu, budha, nah khusus ramadhan ini kita angkat nuansa islamnya yakni foto tentang bangunan islam," kata Pasha.
Ditemui pada kesempatan yang sama, Dirjen Asia Pasific Afrika Departemen Luar Negeri Hamzah thayep berharap, melalui pameran seperti ini orang bisa melihat bahwa India pun mempunyai banyak penduduk islamnya.
"India hampir sama dengan Indonesia, India hampir sama multi religius, multi etnik, multi cultur, multilingual,"terangnya.
Bangunan yang dipamerkan mulai dari abad 11 hingga abad 19.Tak hanya mesjid, bangunan lain yang terdapat unsur islamnya pun dipamerkan di sini. Beberapa bangunan tersebut adalah Red Fort yang ada di Delhi, Fatehpuri Masjid, Taj Mahal, Turkish Mahal, Lodhi Tombs yang ada di Delhi, dan berbagai foto lainnya yang membuat mulut berdecak kagum.
Sambil menunggu waktu berbuka, tak ada salahnya mampir ke Museum KAA untuk melihat-lihat foto bangunan islam di India ini. Selain mendapat pahala karena menjalankan puasa, juga bisa menambah khasanah ilmu kita.
(avi/tya)










































