"Di Jabar ini hampir semua daerah sudah dikunjungi. Ya, namanya juga pengusaha pertunjukan layar tancap keliling," kelakar Yoyo yang juga Ketua Pertunjukan Film Keliling Indonesia (Perfiki) Cabang Bandung itu, saat ditemui di rumahnya, Jalan Elang Raya No 2 G Bandung.
Banyak pengalaman yang dialaminya sejak masih aktif dulu. Salah satunya, ia harus berjalan kaki selama dua jam untuk menuju lokasi hajatan yang menyewa pertunjukan layar tancap, di Cililin Kabupaten Bandung Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pengalaman seperti itu tak akan bisa lagi ditemuinya. Sebab, ia sendiri sudah menanggalkan profesinya. Salah satu alasannya ialah karena kemajuan teknologi dan keengganan orang untuk menonton layar tancap.
"Sekarang masih ada daerah-daerah yang suka jika ada pertunjukan layar tancap. Tapi harus ke daerah-daerah terpencil atau pedalaman," ungkapnya.
Beberapa daerah yang masih bisa ditemui pertunjukan layar tancap misalnya Tangerang, Banten, Karawang, dan Indramayu. Namun itu pun daerah yang masih 'terpinggirkan'. Sementara daerah yang sudah ke-kota-an sepertinya langka untuk menemukan pertunjukan layar tancap.
(ors/tya)











































