"Atas nama pribadi dan selaku Gubernur Jawa Barat, saya menyampaikan mohon maaf bila ada kesalahan dalam kata dan perbuatan. Mudah-mudahan Allah SWT melimpahkan rahmat dan maghfirah-Nya kepada kita semua," ujarnya dalam rilis yang diterima detikbandung, Selasa (10/8/2010).
Menurut Heryawan, masuknya Bulan Ramadan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian antar sesama. Selain itu, Bulan Ramadan juga diharapkan mampu membentuk karakter yang tangguh, handal, profesional dan jujur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Heryawan meminta kepada semua pihak untuk menjaga rasa aman dan menciptakan suasana yang kondusif selama Bulan Ramadan tahun ini.
Aturan yang sudah ditetapkan pemerintah sudah seharusnya dipatuhi dan dijalankan dengan konsisten. "Sudah sepatutnya kepada semua pihak menghormati kesucian bulan Ramadan. Dan menjaga agar pelaksanaan ibadah puasa berjalan baik dan khusyu’," ujarnya.
Menyambut malam pertama Ramadan 1431 Hijriyah, Selasa (10/8/2010) malam, rencananya Gubernur Jawa Barat menggelar Shalat Tarawih Perdana berjamaah bersama masyarakat sekitar kediaman resmi Gedung Negara pakuan.
Kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan seperti Ramadan sebelumnya. Gubernur akan bertindak sebagai imam dan khotib Shalat Tarawih berjamaah. Selain keluarga Gubernur, jamaah shalat tarawih yang hadir berasal dari para pegawai dan penduduk sekitar Gedung Negara Pakuan.
(ern/ern)










































