"Yang sudah di sistribusikan akan kita tarik. Tapi sebetulnya kita tidak rugi karena pemerintah membayarnya dan digunakan untuk vaksin yang lain. Total projectnya kan Rp 30 miliar, tapi karena ada yang sudah di distribusikan jadi kembali ke angka Rp 21 miliar," ujar Iskandar, Direktur Utama PT Biofarma dalam acara pertemuan tahunan negara anggota Islamic Development Bank (IDB) kepada wartawan di Hotel Hyatt Regency, Jumat (6/8/2010) malam.
Sementara itu, rencananya Pemerintah akan mengimpor vaksin meningitis bagi para calo jemaah haji dari Italia yang diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar bulan September.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya keberadaan vaksin meningitis di negara Islam lainnya, Iskandar mengaku beberapa negara di Arab tidak mempermasalahkan vaksin meningitis tersebut. "Di negara Arab tidak dipermasalahkan, di Indonesia MUI kita sangat kuat untuk mengatakan itu haram. Itu memang otoritas MUI," tutupnya.
Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin meningitis yang berasal dari Belgia yang selama ini dipakai jamaah Indonesia haram karena bersentuhan dengan unsur babi. Indonesia lantas akan mengganti vaksin dari China dan Italia yang dinyatakan halal oleh MUI.
(avi/tya)










































